10/09/2008

Laskar Pelangi


Resensi Film Laskar Pelangi


Film ini disutradarai oleh Riri Riza dan diproduksi oleh Miles Production.

Penulis Skenario : Salman Aristo

Penata Musik : Aksan Syuman dan istri

Film ini menampilkan bintang-bintang terkenal seperti Tora Sadiro, Cut Mini, Ikranagara, dan Slamet Raharjo dan 10 anak anggota laskar pelangi yang berasal dari Belitong

Proses syutingnya pun dilakukan di Belitung, sesuai novelnya.


Luar biasa........bagus ceritanya…….mengharukan........lucu...........inspiratif..........jadi teringat kenangan masa kecil................

Demikian beberapa komentar yang sempet saya tangkap seusai menyaksikan pemutaran film Laskar Pelangi hari ketiga tampil di Jakarta, yang konon kabarnya saat ini telah ditontong lebih dari 1 juta penonton

Film yang disutradarai Riri Riza dengan produser Mira Lesmana ini sempat mengingatkan saya atas film garapannya beberapa tahun yang lalu yaitu ”Sherina” dimana antrian ticketnya juga lumayan panjang dan kedua film ini juga sangap apik garapannya baik sudut gambarnya yang sangat cerah dengan panorama kota pertambangan dan pantainya yang sangat indah serta illustrasi musik yang unik garapan Aksan Syuman dan istrinya di film Laskar Pelangin ini sedangkan saat film Sherina ditampilkan panorama Bandung Selatan yang indah dengan ilustrasi musik yang sangat bagus dari Elfa Secioria.

Film yang dibuat berdasarkan novel laris dengan judul yang sama karya Andrea Hirata ini memang tak bisa dilepaskan dari sukses novelnya, dimana sejak diterbitkan pertama kali di bulan September 2005 oleh penerbit Bentang sampai april 2008 sudah naik cetak hingga 21 kali dan konon kabarnya sudah terjual lebih dari 300 ribu eksemplar. Sehingga tidak heran kalau Andrea Hirata sudah mendapatkan royalti hingga 1 Milyar .............ya benar 1 milyar rupiah untuk sebuah penulis yang tidak banyak dikenal orang......... Andrea Hirata pemuda 33 tahun lahir di Belitong adalah lulusan sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia dan S2 dari Sheffield Hallam University Inggris................dan saat ini bekerja di Telkom dimana namanya langsung melesat di dunia sastra Indonesia.
Sukses ini akan terus bergulir karena copy novel Laskar Pelangi sudah dibeli oleh penerbit buku dari Malaysia dan langsung laris manis di negeri jiran tersebut. Setelah Malaysia berikutnya menyusul Singapura dan diberitakan juga sudah akan diterbitkan oleh penerbit Spayol.

Didalam film tersebut, pusat ceritanya adalah perjalanan kilas balik dari tokoh Ikal, sama seperti format tutur cerita didalam novelnya, dimana kisah ini terinspirasi dari kisah masa kecil Andrea Hirata dengan kegigihan atas pengabdian 2 orang gurunya (bu Mus dan Pak Harfan) dan sepuluh teman-temannya yang bersekolah di SD Muhammadiyah Belitong.

Seperti dikisahkan didalam novelnya bahwa bagaimana suasana awal mereka mulai belajar dimana kecemasan dan ketegangan kedua guru tersebut untuk mendapatkan jumlah murid minimal 10 orang sebagai syarat berlangsungnya sekolah disana. Cukup menarik dan sempurna Cut Mini dan Ikranegara memerankan tokoh Pak Harfan dan Bu Mus, sehingga pesan yang ingin disampaikan didalam novelnya benar-benar bisa tertampil di film ini, walaupun tetap masih lengkap ceritanya di versi novelnya.

Kisah-kisah kecerian, kesulitan dan tantangan juga cukup manis dan enak dilihat di dalam film ini walaupun ada beberapa yang terkesan tidak nyambung atas alur ceritanya, misal saat Flo ikut gabung di sekolah ini dan mencari dukun pintar di suatu pulau. Ini tentu karena sulitnya bagi Riri Riza untuk memilih-milih sekuel-sekuel apa yang ingin ditampilkan di versi filmnya, karena memang cukup banyak dan bahkan hampir semua kisah dan ceritanya menarik untuk ditampilkan. Suatu adaptasi film yang sangat baik dan hampir mirip dengan novelnya (walaupun tetap tidak selengkap di versi novelnya yang sangat manis sekali Andrea Hirata mengutarakan imajinasi pengalaman masa kecilnya dengan detail dan manis)

Begitu gigihnya perjuangan di Lintang untuk mendapatkan pendidikan, dan juga menggantikan ayahnya yang tiada untuk mengasuh adiknya, si Mahar yang kreatif, kisah naksirnya Ikal terhadap Alin dan juga serunya acara cerdas cermat dengan Lintang sebagai bintangnya serta solidnya team work mereka saat tampil di acara agustusan...............semuanya ini menebarkan kejujuran, ketulusan, cinta kasih kepada Tuhan, sesama, orang tua, profesi, juga kesyukuran yang diselingi dengan dinamika kisah kehidupan itu sendiri yang pada akhirnya semua ini adalah energi positif yang ditebarkan ke sekelilingnya dan menjadi kekuatan tersendiri untuk dapat mewujudkan suatu cita-cita yang memang harus diperjuangkan dengan semangat yang nyata ditengah kesulitan dan tantangan yang ada.

Akhir dari cerita didalam film ini melompat ke era sekarang dimana Ikal datang kembali ke Belitong untuk menyampaikan rasa terima kasihnya kepada sahabatnya Lintang yang telah menginspirasi dia dan mendorongnya sehingga dia bisa mendapatkan apa yang di cita-citakan saat kecil dahulu yaitu pergi ke Perancis. Suatu ending yang sangat mengesankan dan menginspirasi kita untuk selalu mendorong teman kita, sahabat kita atau siapapun menjadi lebih baik didalam kehidupan ini.

Laskar Pelangi adalah cerita mengenai persahabatan dan mimpi, kasih sayang dan semangat, curahan asa dan perjuangan menggapai cita yang patut ditonton dan temukan pembelajaran-pembelajaran yang dapat menjadi bekal untuk perjalanan hidup kita.




Linked to related topic:
http://www.laskarpelangithemovie.com/

XXI Sumarecon Serpong 28 September 2008