Menarik apa yang dikatakan oleh Faculty saya untuk mata kuliah HR. Dikatakan bahwa membaca itu harus pakai teknik dan strategy dimana hal ini diperlukan agar kita bisa cepat menyelesaikan bahan bacaan kita baik itu untuk keperluan kuliah maupun untuk mendapatkan pencerahan pemikiran dan memperluan wacana yang selanjutnya dapat menjadi bekal didalam kehidupan keseharian kita baik di tempat kerja maupun di masyarakat luas atau bahkan bisa menjadi modal kita untuk bersolo karir menuju keinginan dan cita-cita yang kita idamkan. Selain itu ada yang mengatakan bahwa dengan membaca kita serasa diajak bertamasya ke dunia lain yang sangat menghibur dan mengesankan.
Apa teknik dan strateginya, ya........tentu saja akan kita bahas disini, namun sebelumnya bacaan yang perlu teknik membacanya adalah tentunya bacaan yang bukan fiksi atau novel dimana untuk hal ini tentu kita ingin membacanya secara konvesional yaitu per kata per kalimat satu-satu karena justru dengan itu kita akan merasakan kenikmatannya. Adapun yang akan kita bahas disini adalah membaca untuk buku-buku non fiksi yang tebal dimana sangat sulit bagi kita di tengah letih bekerja dan kegiatan lainnya harus juga membaca buku-buku yang cukup tebal itu secara sukarela.................
Dikatakan olehnya bahwa kita tidak harus membaca secara perkata perkalimat namun pertama-tama kita harus memahami apa makna dari bacaan itu secara per bagian atau perchapter. Lho untuk memahami makna tentunya kita harus baca semua dong.........Oh bisa saja tidak, pertama kita harus mengetahui anatomi atau format dari buku tersebut kemudian fokuskan pikiran kita pada apa-apa yang menjadi inti dari bab-bab tersebut, apa maksudnya, apa key messagenya, arahnya kemana (jadi pikiran kita mesti aktif untuk mencari point-point utamanya), dan biasanya isi yang penting dari suatu bacaan itu ditandai dengan bullet point atau alinea baru ada juga yang ditulis dalam sub judul dan tentunya dengan seringnya kita banyak membaca akan mudah kita mengenali ciri-cirinya. Dengan demikian kita bisa menyerap apa garis besar dari pernyataan yang disampaikan tanpa menghilangkan makna sebenarnya, karena memang terkadang banyak tambahan informasi yang hanya untuk memperindah dan memperjelas isi dari cerita atau bacaan dimana hal ini kita bisa lompati untuk tidak dibaca.
Sangat menarik advice beliau dan membuat saya tertarik untuk mencoba mempraktekannya, dan awalnya memang tidak mudah, kita masih terpancing untuk membaca per kata per kalimat, namun ternyata hal ini disebabkan pikiran saya yang tidak aktif untuk menangkap indikasi intisari dari tulisan tersebut, hal ini dibuktikan setelah selesai membaca maka berikutnya setelah dibaca lagi dengan lebih tekun dan seksama kita lebih jelas menemukan intisarinya (dan yang saya baca sebelumnya tidak satupun teringat lagi). Dan yang lebih penting memang perlu konsentrasi didalam membaca, beda dengan bacaan komik, novel atau buku fiksi, dimana kita bisa nyantai bacanya sambil makan dan lain-lain. Setelah itu akan lebih tajam lagi kalau kita berusaha untuk menuliskannya kembali sebagai summary atau ringkasan sehingga kita memang terpacu untuk mengetahui intisarinya.
Ada satu metode membaca cepat yang kabarnya cukup populer dan akurat untuk dilaksanakan yaitu SQ3R yang ditemukan oleh Francis P. di tahun 1941, dimana dirinci didalam langkah-langkah sbb:
- S = Survey
Melakukan survey dari buku yang akan kita baca, untuk menemukan apa gambaran isinya dan mengenal rangkumannya secara umum. Di tahapan ini kita perlu lihat apa judul buku ini; telusuri daftar isinya; baca pengantarnya; lihat appendix, tabel, dan lainnya. Kemudian baca bab-babnya secara singkat untuk membuat pertanyaan-pertanyaan pada diri sendiri yang jawabannya dapat kita temukan pada saat tahapan reading.
- Q = Question
Seperti dijelaskan di tahapan Survey bahwa bersamaan dengan tahapan survey ajukan pertanyaan-pertanyaan tentang isi dari buku yang akan dibaca, bisa dipergunakan teori 5 W.
- R = Reading
Setelah tahapan survey dan question maka selanjutnya barulah kita lakukan reading atau membaca. Di Tahapan ini konsentrasikan untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang kita buat sebelumnya, jadi seperti yang dijelaskan di awal-awal tulisan ini, bacalah secara kritis. Di tahapan ini untuk mempercepat tidak perlu buat catatan-catatan namun langsung saja mencari jawaban atas pertanyaan kita.
- R = Recall
Setelah beberapa saat membaca, berhentilah sejenak untuk mengingat kembali apa hal-hal penting atau jawaban atas pertanyaan kita.
- R = Review
Setelah selesai keseluruhan dari apa yang kita baca maka selanjutnya lakukan review untuk mengingat kembali apa-apa isi dan pokok-pokok pikiran yang ada didalam buku yang kita baca.
Demikian sekilas tentang membaca cepat semoga dapat membantu yang gemar membaca untuk lebih banyak lagi membaca dan bagi yang sibuk dapat mulai belajar membaca cepat ini tentunya harus diawali dengan berlatih, dan saya yakin setelah 2 atau 3 buku maka naluri membaca cepat tanpa mengurangi makna dari keseluruhan bacaan akan dapat terlatih dengan baik dan temukan kenikmatan yang lain.
TS, Pamulang 261008