10/09/2008

Lima ES ( 5 S )

- Seiri atau Sort
- Seiton atau Set in Order
- Seiso atau Shine
- Seiketsi atau Standarization
- Shitsuke atau Sustain

Apakah metode 5S itu? 5S adalah seiri (pemilahan), seiton (penataan), seiso (pembersihan), seiketsu (pemantapan), dan shitsuke (pembiasaan). Metode 5S merupakan suatu metode yang terdiri atas beberapa tahapan kerja seperti dijelaskan diatas untuk mendapatkan aktifitas kerja yang efektif dan efisien.
5S sangat mudah untuk dipahami dan dimengerti karena pada dasarnya tahapannya adalah sesuatu yang sebenarnya kita sudah biasa lakukan dalam kehidupan sehari-hari, namun untuk menerapkannya dengan benar perlu kegigihan dan kedisiplinan yang tinggi. Dengan 5S membuat pekerjaan kita bisa menjadi lebih mudah dan menyenangkan karena hasilnya akan mengurangi pemborosan waktu kerja kita dan menghindari kesalahan-kesalahan kerja yang tidak perlu yang selanjutnya akan meningkatkan produktifitas kerja dan mutu yang lebih baik secara berkelanjutan.

Seiri = Sort = Pemilahan
Umumnya istilah seiri berarti mengatur segala sesuatu dengan memilah material yaitu buang atau pisahkan material yang tidak digunakan lagi dan simpan material yang masih diperlukan. Buang barang atau pisahkan yang kurang diperlukan sehingga kita dapat berkonsentrasi terhadap barang yang benar-benar penting dan memerlukan perhatian Kita.
Sebenarnya apa yang harus kita lakukan adalah memutuskan dengan tegas bahwa kita harus membedakan antara yang diperlukan dengan yang tidak.
Tahapan yang di sarankan adalah:
- Melakukan penyeragaman pemahaman atas apa yg tidak digunakan dan yang masih digunakan
- Melakukan pemeriksaan atas apa yang kita standarisasi.
- Lakukan proses pemilahan dan pengelompokan yang telah melewati proses pemilahan.
Seiton = Set in Order = Penataan
Seiton berarti menyimpan barang di tempat yang telah kita tetapkan atau dalam tata letak yang benar, hal ini bertujuan untuk mempermudah dan mempersingkat atau menghilangkan waktu untuk melakukan proses pencarian dan juga menghemat tempat.
Yang diutamakan disini adalah manajemen fungsional dan penghapusan proses pencarian. Jika segala sesuatu disimpan di tempatnya demi mutu dan keamanan, berarti kita memiliki tempat kerja yang rapi.
Tahapan yang di sarankan:
1. Pengelompokan material
Misal :
Pertama : Barang yang tidak kita pergunakan dibuang
Kedua : Barang yang tidak kita gunakan, tapi ingin disimpan seandainya suatu saat diperlukan
Ketiga : Barang yang kita gunakan hanya sewaktu-waktu saja
Keempat : Barang yang kadang-kadang digunakan
Kelima : Barang yang sering kita gunakan.
2. Penentuan dan peletakan lokasi penyimpanan (untuk menjamin kualitas, keamanan dan kemudahan pencariannya)
3. Batasan tempat penyimpanan (penetapan masa penyimpanannya)
4. Pelabelan atau identifikasi lokasi penyimpanan
5. Buat peta lokasi penyimpanannya (bila diperlukan)
Seiso = Shine = Pembersihan
Arti dari membersihkan lebih dari sekedar membuat barang bersih. Hal ini lebih merupakan komitmen untuk bertanggung jawab atas segala aspek barang yang Anda pergunakan, dan untuk memastikan semua barang selalu berada dalam kondisi prima.
Pada umumnya ada tiga langkah pembersihan yang benar:
1. Tingkat MakroMembersihkan segala sesuatu dan mencari cara untuk menangani penyebab keseluruhan yang berkaitan dengan keseluruhan gambaran global pekerjaan.
2. Tingkat IndividualMenangani satu tempat kerja tertentu atau satu mesih tertentu.
3. Tingkat MikroMembersihkan suku cadang alat bantu kerja tertentu. Penyebab kotoran dicari dan diperbaiki.

Seiketsu = Standarization = Pemantapan
Pemantapan bisa berarti memastikan bahwa semua kondisi, peralatan, mesin, lingkungan dan kondisi lainnya sesuai dengan aturan yang telah disepakati dan menjaganya agar tetap terpelihara dengan baik.
Beberapa tahapan yang di sarankan adalah:
1. Menetapkan prosedur atau intruksi kerja dan kondisi yang ditetapkan.
2. Melakukan tindakan koreksi dan pencegahan untuk kondisi yang tidak sesuai prosedur
3. Melakukan perawatan secara berkala.
Untuk memudahkan pengendaliannya disarankan dibuatkan visual control, dimana prinsip-prinsip nya adalah sbb:
  1. Mudah dilihat dari jarak jauh
  2. Pasang peragaan pada barang yang bersangkutan
  3. Usahakan supaya setiap orang dapat mudah identifikasi apa yang benar dan apa yang salah
  4. Usahakan supaya setiap orang dapat menggunakannya dengan mudah kapan saja
  5. Usahakan supaya setiap orang dapat melakukannya dan mudah membuat koreksi yang diperlukan
  6. Usahakan supaya dengan melaksanakannya membuat tempat kerja lebih terang dan lebih teratur


Jika kita melakukan hal diatas, Anda akan menemukan bahwa pekerjaan akan jauh lebih lancar dan hasilnya lebih baik.


Shitsuke = Sustain = Pembiasaan
Adalah seluruh prosedur kerja 5S yang telah dijelaskan diatas dilaksanakan secara disiplin, konsisten dan baik disertai dengan ide perbaikan untuk penyempurnaannya untuk mencapai hasil yang lebih baik dan menyenangkan.
Shitsuke (pembiasaan) adalah komitmen masing-masing individu untuk mematuhi peraturan. Tim yang baik bermain dengan menaati peraturan. Di tempat kerja, ketentaraan, maupun di lapangan olahraga, aktivitas tim merupakan aktivitas kooperatif. Setiap orang harus bekerja sama, berpikir bersama, dan bertindak bersama untuk membentuk tim yang kuat. Makin banyak pekerjaan, semakin penting kerja sama diperlukan. Hal ini disebabkan karena kesalahan terkecil sekalipun dapat berakibat fatal. Sistem, Prosedur, dan Peraturan harus ketat dan dipatuhi oleh seluruh anggota tim.