8/18/2008

Tips berkomunikasi yang effektif


Tentu sudah banyak yang anda ketahui tentang bagaimana melakukan komunikasi dengan baik , namun sudahkah anda mempraktekannya dan merasa nyaman saat berkomunikasi……………..pernahkah anda melakukan tinjauan bahwa cara komunikasi anda telah efektif.

Sejauh mana pesan yang kita sampaikan telah dapat dimengerti dan dipahami oleh lawan bicara kita. Respond adalah indikator yang menunjukkan bagaimana pesan yang kita sampaikan sampai ke lawan bicara kita.

Berikut ini ada beberapa tips sederhana untuk melakukan komunikasi yang efektif

1. Latih diri Anda untuk tidak gugup bila berbicara dengan orang lain.
Ini perlu banyak latihan, misalnya dengan sering tampil berbicara di depan forum yang baru kita kenal atau berbicara secara informal dengan para pimpinan diatas kita. Dengan berlatih Anda akan mulai merasa familiar dan tidak takut salah. Kepercayaan diri atau "keamanan" inilah yang menyebabkan Anda tidak mudah gugup.

Sebagai test, cobalah sering bercanda dan beradu pendapat dengan kelompok teman yg sudah dikenal atau teman baru. Kalau Anda mampu mengatasi berbagai ejekan dan gurauan teman atau anda mampu juga untuk ikut terlobat didalam diskusi, artinya Anda tidak akan mudah gugup dalam berbicara.

2. Pilihlah kalimat seefektif mungkin.
Jika bicara dengan pimpinan, gunakan kalimat langsung pada sasaran pembicaraan. Beri pengantar sedikit tentang jalan ceritanya, lalu to the point pada laporan Anda. Hindari cerita yang tidak perlu.
Berhati-hati jika menceritakan hal-hal pribadi yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan. Begitu lawan bicara Anda paham maksud Anda, jangan mengulang-ulang isi pembicaraan. Lanjutkan pembicaraan, atau hentikan pembicaraan supaya tidak membuang waktu orang lain.

3. Sebisa mungkin, gunakan gaya serius dalam membicarakan pekerjaan. Konsentrasi pada apa yang Anda bicarakan dan tidak melantur kemana-mana. Tunjukkan sikap yang menunjukkan keseriusan Anda. Keseriusan Anda akan ditopang oleh persiapan sebelumnya. Jika Anda telah siap dengan berbagai data dan informasi yang relevan, maka Anda akan siap untuk bicara serius.


4. Gunakan humor seperlunya jika diperlukan untuk mencairkan suasana,
dan jangan berusaha membuat orang lain untuk tertawa. Jika orang lain tidak tertawa, lanjutkan saja pembicaraan.

5. Sikap Anda menentukan kesan lawan bicara Anda. Gunakan sikap santai dan bahasa tubuh yang menunjukkan keseriusan kita tetapi tetap berkonsentrasi pada pembicaraan. Ada beberapa gaya khas, misalnya duduk menaruh kedua tangan diatas meja dan bicara, melipat tangan, memegang buku, sesekali menopang dagu, dll. Anda bisa mempelajari berbagai gaya ini dengan melihat orang lain dan menirunya.

6. Tempo bicara juga menentukan.
Jangan berbicara terlalu lambat. Dan juga terlalu cepat. Ungkapkan dengan optimis dan PeDe dengan kecepatan normal. Hindari menggumam dalam mengatakan sesuatu.

Semoga bermanfaat dan Selamat mencoba

Toto, dari berbagai sumber
Narogong 11 Januari 2008